TIXTUNE Logo

Temukan artikel terbaru tentang konser, event, dan tips tiket terbaik

Hello, Guest!

Login untuk lanjutkan

Review Event 21 August 2026

EKOILIBRIUM: Ketika Musik Orkestra Bertemu Teater, Budaya, dan Isu Lingkungan - Parahyangan Orchestra

D
DIKARA
3 views
 EKOILIBRIUM: Ketika Musik Orkestra Bertemu Teater, Budaya, dan Isu Lingkungan - Parahyangan Orchestra

Bandung, Agustus 2026 — Parahyangan Orchestra kembali menghadirkan sebuah pertunjukan dengan konsep yang berbeda dari konser orkestra pada umumnya. Bertajuk “EKOILIBRIUM – A Symphonic Theatre Experience”, pertunjukan ini memadukan musik orkestra, teater, tari, seni visual, serta unsur budaya dalam sebuah pengalaman pertunjukan yang mengangkat persoalan hubungan antara bisnis, budaya, dan alam.

EKOILIBRIUM dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, di Auditorium Arntz-Geise PPAG 2, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara Parahyangan Orchestra, Ikatan Alumni FE UNPAR, Artmay Studio, dan Integrated Arts UNPAR sebagai bagian dari rangkaian ECONFLUENCE – Reuni Akbar FE UNPAR 2026.

Ketika Orkestra Menjadi Bagian dari Sebuah Cerita

Berbeda dengan konser yang berfokus pada penampilan musik semata, EKOILIBRIUM menghadirkan musik sebagai bagian penting dari sebuah alur cerita. Penonton diajak mengikuti perjalanan seorang tokoh bernama Eko, seorang fresh graduate yang mulai memasuki dunia profesional.

Eko digambarkan sebagai sosok muda yang memiliki idealisme dan cita-cita. Namun, ketika berhadapan dengan dunia profesional dan peluang untuk membangun sesuatu yang besar, ia mulai menghadapi sebuah pertanyaan penting: sejauh mana seseorang bersedia mengorbankan idealisme demi kesuksesan?

Dilema tersebut kemudian berkembang menjadi pertentangan antara kepentingan bisnis dan pembangunan dengan keberlanjutan alam serta pelestarian budaya.

Melalui perjalanan Eko, pertunjukan ini mengajak penonton melihat bahwa kemajuan ekonomi tidak harus selalu ditempatkan berlawanan dengan lingkungan dan kebudayaan. Justru diperlukan keseimbangan agar ketiganya dapat berkembang secara berkelanjutan.

Musik, Teater, Tari, dan Visual dalam Satu Panggung

Kekuatan utama EKOILIBRIUM terletak pada konsep symphonic theatre. Musik orkestra tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi menjadi bagian dari narasi dan membantu membangun suasana serta emosi dalam cerita.

Pertunjukan juga melibatkan unsur teater dan tari untuk menggambarkan konflik serta perjalanan tokoh. Sementara itu, penggunaan tata cahaya, visual panggung, dan teknologi pemetaan visual membuat pengalaman pertunjukan menjadi lebih imersif.

Parahyangan Orchestra juga menghadirkan sentuhan budaya Sunda melalui penggunaan instrumen tradisional seperti kecapi dan tarawangsa. Perpaduan antara musik simfoni dan unsur tradisional tersebut memberikan karakter tersendiri bagi pertunjukan.

Kolaborasi Lintas Seni

EKOILIBRIUM melibatkan berbagai seniman dan kelompok seni. Selain Parahyangan Orchestra, pertunjukan ini menghadirkan Artmay Studio dalam unsur teater dan tari serta sejumlah musisi dari berbagai latar belakang.

Keterlibatan D'Cinnamons, Casaturner, Teguh Permana, Ronny Gunawan, dan M. Ishak Somantri turut memperkaya warna musikal pertunjukan. Sementara itu, sejumlah komponis Indonesia seperti Gavin Wiyanto, Faturrachman Rizal, Fauzie Wiriadisastra, dan Miqdad al Fatih turut berkontribusi dalam karya musik yang disajikan.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pertunjukan orkestra dapat berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai bentuk seni dan perspektif. Mari tonton acaranya pada:


Senin, 24 Agustus 2026

19.00 - 21.00 WIB

Arntz-Geise Hall

PPAG UNPAR, Jl. Ciumbuleuit no 94, Bandung.

Tiket hanya di www.tixtune.com / klik https://tixtune.com/events/teater-simfoni-parahyangan-orchestra-2026