EKOILIBRIUM: Ketika Musik Orkestra Bertemu Teater, Budaya, dan Isu Lingkungan - Parahyangan Orchestra
Bandung, Agustus 2026 — Parahyangan Orchestra kembali menghadirkan sebuah pertunjukan dengan konsep yang berbeda dari konser orkestra pada umumnya. Bertajuk “EKOILIBRIUM – A Symphonic Theatre Experience”, pertunjukan ini memadukan musik orkestra, teater, tari, seni visual, serta unsur budaya dalam sebuah pengalaman pertunjukan yang mengangkat persoalan hubungan antara bisnis, budaya, dan alam.
EKOILIBRIUM dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, di Auditorium Arntz-Geise PPAG 2, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara Parahyangan Orchestra, Ikatan Alumni FE UNPAR, Artmay Studio, dan Integrated Arts UNPAR sebagai bagian dari rangkaian ECONFLUENCE – Reuni Akbar FE UNPAR 2026.
Ketika Orkestra Menjadi Bagian dari Sebuah Cerita
Berbeda dengan konser yang berfokus pada penampilan musik semata, EKOILIBRIUM menghadirkan musik sebagai bagian penting dari sebuah alur cerita. Penonton diajak mengikuti perjalanan seorang tokoh bernama Eko, seorang fresh graduate yang mulai memasuki dunia profesional.
Eko digambarkan sebagai sosok muda yang memiliki idealisme dan cita-cita. Namun, ketika berhadapan dengan dunia profesional dan peluang untuk membangun sesuatu yang besar, ia mulai menghadapi sebuah pertanyaan penting: sejauh mana seseorang bersedia mengorbankan idealisme demi kesuksesan?
Dilema tersebut kemudian berkembang menjadi pertentangan antara kepentingan bisnis dan pembangunan dengan keberlanjutan alam serta pelestarian budaya.
Melalui perjalanan Eko, pertunjukan ini mengajak penonton melihat bahwa kemajuan ekonomi tidak harus selalu ditempatkan berlawanan dengan lingkungan dan kebudayaan. Justru diperlukan keseimbangan agar ketiganya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Musik, Teater, Tari, dan Visual dalam Satu Panggung
Kekuatan utama EKOILIBRIUM terletak pada konsep symphonic theatre. Musik orkestra tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi menjadi bagian dari narasi dan membantu membangun suasana serta emosi dalam cerita.
Pertunjukan juga melibatkan unsur teater dan tari untuk menggambarkan konflik serta perjalanan tokoh. Sementara itu, penggunaan tata cahaya, visual panggung, dan teknologi pemetaan visual membuat pengalaman pertunjukan menjadi lebih imersif.
Parahyangan Orchestra juga menghadirkan sentuhan budaya Sunda melalui penggunaan instrumen tradisional seperti kecapi dan tarawangsa. Perpaduan antara musik simfoni dan unsur tradisional tersebut memberikan karakter tersendiri bagi pertunjukan.
Kolaborasi Lintas Seni
EKOILIBRIUM melibatkan berbagai seniman dan kelompok seni. Selain Parahyangan Orchestra, pertunjukan ini menghadirkan Artmay Studio dalam unsur teater dan tari serta sejumlah musisi dari berbagai latar belakang.
Keterlibatan D'Cinnamons, Casaturner, Teguh Permana, Ronny Gunawan, dan M. Ishak Somantri turut memperkaya warna musikal pertunjukan. Sementara itu, sejumlah komponis Indonesia seperti Gavin Wiyanto, Faturrachman Rizal, Fauzie Wiriadisastra, dan Miqdad al Fatih turut berkontribusi dalam karya musik yang disajikan.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pertunjukan orkestra dapat berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai bentuk seni dan perspektif. Mari tonton acaranya pada:
Senin, 24 Agustus 2026
19.00 - 21.00 WIB
Arntz-Geise Hall
PPAG UNPAR, Jl. Ciumbuleuit no 94, Bandung.
Tiket hanya di www.tixtune.com / klik https://tixtune.com/events/teater-simfoni-parahyangan-orchestra-2026
Artikel Terkait
Orkestra Bumi Siliwangi “Serial Concert #8”
Orkestra Bumi Siliwangi kembali menggelar serial concert #8 dengan tema “Once Upon a Magical Night” membawakan karya- karya musik film Disney seperti The Lion King, Aladdin, Beauty and the Beast dll.
Pascahumana // Parchestra Concert 2026
Parahyangan orchestra Concert 2026 PASCAHUMANA, concert.About<>(human||now); dalam bahasa pemrograman, berarti bukan tentang manusia atau sekarang. Parchestra berkolaborasi dengan Stringentissimo, turut menampilkan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan dan duet musisi elektronik legendaris Bottlesmoker.
Cara Scan Barcode E-ticket di Tixtune
Untuk scan barcode di tixtune bagi penyelenggara event ada 2 cara:Login ke tixtune.com Pilih Menu Dashboard Eventlalu pilih menu QR Scanner, maka akan...
Fitur Baru Tixtune: Voucher Diskon Kini Hadir, Bikin Jualan Event Makin Laris!
Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, menarik perhatian audiens saja tidak cukup. Kamu juga perlu strategi yang bisa mendorong mereka untuk langsung membeli. Nah, kabar baiknya, Tixtune kini menghadirkan fitur terbaru: Voucher Diskon! Fitur ini dirancang khusus untuk membantu event organizer meningkatkan penjualan tiket sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pembeli.
Artikel Terbaru
EKOILIBRIUM: Ketika Musik Orkestra Bertemu Teater, Budaya, dan Isu Lingkungan - Parahyangan Orchestra
21 Aug 2026
Sanasini Music Fest 2026 Hadirkan eńau, Siap Ciptakan Malam Penuh Harmoni di Laughtown Cafe
20 Jul 2026
Drama Tari "Gumuruh di Rajagaluh", Menghidupkan Jejak Sejarah Melalui Seni Pertunjukan
29 Jun 2026
Fitur Baru Tixtune: Voucher Diskon Kini Hadir, Bikin Jualan Event Makin Laris!
20 Apr 2026
Cara Scan Barcode E-ticket di Tixtune
15 Apr 2026